• 0

FSH UNSIQ Adakan Workshop Profesi Hukum Ekonomi Syariah 2017

Category : HES

Institusi Pendidikan Tinggi merupakan wadah produksi bagi pengembangan sumberdaya insani di berbagai bidangnya, tidak terkecuali Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Sains al-Qur’an (UNSIQ) melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah juga ikut berperan dalam mempersiapkan kader-kader ahli di bidang Hukum Ekonomi Syari’ah.

Boomingnya sistem ekonomi syariah yang ditandai munculnya berbagai lembaga-lembaga, baik berupa Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Bank, Bank Umum Syariah (BUS), Unit Usaha Syariah (UUS) dan Bank Pembiayan Rakyat Syariah (BPRS) maupun LKS Non Bank seperti Asuransi syariah, Pegadaian syariah, lembaga keuangan mikro syariah (LKMS), Koperasi Syariah (KJKS) termasuk BMT (Baitul Maal Wat Tamwil), Pasar Modal Syariah dan jenis bisnis syariah lainnya ternyata dalam perjalanannya juga diikuti oleh munculnya potensi konflik atau pesengketaan dalam bisnis syariah atau lazim disebut sebagai sengketa ekonomi syariah.

Senada dengan itu Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum Dr. H.M Junaedi, MH dalam Sambutannya mengatakan “Geliat Ekonomi Syari’ah kedepan sangat potensial dimana sistem ekonomi kapitalis-sosialis gagal memberikan angin segar untuk mensejahterakan umat.  menurutnya solusi yang tepat bagi perekonomian dunia adalah sistem ekonomi yang berbasis prinsip-prinsip keislam”. Demikian tuturnya.

Prinsip ekonomi yang berbasis syariah tidak hanya di minati kalangan Islam semata, melainkan juga inter faith, seperti halnya di Eropa sendiri the Islamic Bank Internasional of Denmark tercatat sebagai bank syariah pertama yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah, bank ini mulai beroperasi 1983 di Denmark. Ini berarti minatekonomom dunia mulai melirik sistem Ekonomi Syari’ah.

Namun dengan banyak lahirnya lembaga keuangan syariah, khususnya lembaga mikro syariah yang tumbuh bak jamur di musim hujan, akan sangat berpotensi terjadi sengketa. Maka di perlukan regulasi yang jelas untuk menghindari kasus semacam itu, selakaligus alternatif penyelesaiannya “di sinilah signifikansinya dari adanya Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah, sebagai wadah pendidikanbagilawyer dalam bidang hukum Ekonomi Syari’ah” Demikian tutur Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum.

Workshop yang diikuti 51 Peserta yang semuanya mahasiswa semester VII (Tujuh) dalam pelatihan ini menyuguhkan 5 materi:Legal Compliance (Kepatuhan Syari’ah),Mediasi Sengketa Ekonomi Syari’ah, Contract Writing Shari’ah, Legal Drafting For Banking dan Kenotariatan Syariah.Workshop yang di gelar selama 5 hari, dari tanggal 05-09 September 2017,Menghadirkan narasumber dari berbagai daerah diantaranya: Semarang, Pekalongan, Purwokerto dan Wonosobo sendiri. Dengan spesifikasi keahlian dan profesionalisme masing-masing.

Workshopini merupakan program pembekalan tambahan bagi mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syari’ah yang bertujuan untuk membekali mahasiswa agar ketika lulus mereka siap dengan dunia pekerjaan yang menjadi skill profesinya tersebut.

Selaras denganVISI Prodi Hukum Ekonomi Syariah, yakni: “Menghasilkan Sumber Daya Manusia Profesional di Bidang Hukum Ekonomi Syari’ah yang Transformatif, Humanis danQur’ani”. (AB).


Leave a Reply

Kategori

Statistik

Visitor

Flag Counter
%d blogger menyukai ini: